Detik-detik Menegangkan Ujian Praktik Mengajar Santri Pesantren Kulni
Serang, 9 Januari 2026 – Suasana haru dan tegang menyelimuti Pesantren Modern Kulni. Para santri kelas akhir (kelas 6) tengah menjalani momen penentu bernama Ujian Praktik Mengajar (Amaliyah Tadriis), puncak dari pembekalan ilmu pendidikan selama dua tahun. Ini bukan ujian biasa, melainkan sebuah proses sakral yang menguji kesiapan mereka untuk berdiri di depan kelas.
Prosesnya dimulai dengan penyusunan I’dad (Rencana Pembelajaran) yang sepenuhnya menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Dengan metode klasik, mereka harus menuliskan secara detail setiap kata yang akan disampaikan. Tantangannya sungguh berat: memadukan ilmu mengajar dengan kedalaman bahasa. Untuk Arab, mereka harus menguasai Nahwu-Shorof, sementara untuk Inggris, Grammar yang sempurna menjadi kunci. Sebuah upaya intelektual yang memeras pikiran.
“I’dad ini seperti menyusun puzzle. Harus presisi, karena ini fondasi mengajar mereka,” ujar salah satu pembimbing.
Perjuangan tak berhenti di meja belajar. Setiap I’dad kemudian melalui proses penyempurnaan berlapis yang sangat teliti. Dibimbing langsung oleh seorang pembimbing yang mendampingi sekitar lima santri, naskah itu dikoreksi detail. Setelahnya, harus mendapatkan persetujuan akhir dari Mudir Ma’had (Kepala Pesantren). Di sini, kesalahan kecil seperti harokat, struktur kalimat, atau penulisan hamzah, dengan penuh perhatian diperbaiki. Proses ini melatih ketelitian dan kerendahan hati untuk terus belajar.
“Setiap revisi adalah bentuk perhatian. Tujuannya satu: memastikan mereka benar-benar siap,” tambahnya.
Setelah I’dad dinyatakan lolos, barulah tahap yang sesungguhnya dimulai: Praktik Mengajar di Kelas Sesungguhnya. Dengan jantung berdebar, para santri mempraktikkan ilmunya di bawah pengawasan ketat para musrif (pengawas) dan rekan-rekan mereka. Setiap aspek dicatat, mulai dari penguasaan materi, cara penyampaian, hingga interaksi dengan peserta didik. Tidak ada detail yang terlewat.
Usai mengajar, digelarlah sesi Intiqadat (Forum Kritik dan Perbaikan) yang penuh hikmah. Di sini, setiap catatan dikembalikan dengan penuh kelembutan dan niat membangun. Sang calon guru mendapat peta jelas tentang kelebihan dan area yang perlu ditingkatkan. Sebuah pembelajaran berharga tentang refleksi dan penerimaan masukan.
Ujian Amaliyah Tadriis, yang berlangsung 7-14 Januari 2026, hanyalah satu dari serangkaian ujian penantang lainnya. Masih ada hafalan 12 surat, karya tulis ilmiah, Taftisyul Kutub, Khitobah, Imamah, hingga Ujian Lisan dan Tulis Komprehensif. Semua dirancang untuk mengasah kompetensi mereka secara holistik.
Falsafah pesantren teguh: “Ujian untuk Belajar, bukan Belajar untuk Ujian.” Momen-momen seperti inilah yang membentuk karakter dan kompetensi santri, agar kelak mereka menjadi alumni yang tangguh, sambil terus diiringi doa dan dukungan segenap keluarga pesantren.
Di hari pertama ujian, tampil perdana Dedeh Ainnur Rohimah, santriwati asal Serang yang mengajar Grammar, dan Jahda Ibnu Toyyib Albarri asal Nusa Tenggara Barat yang mengajar Ilmu Nahwu. Semoga perjuangan mereka, dan seluruh santri, melahirkan generasi penebar manfaat untuk umat dan bangsa.
Komentar
Alhmdulillah semoga bermanfaat untuk diri sendiri Dan negara
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Menjaga Amanah Anak di Tengah Zaman yang Menggoda: Pesantren Modern Kulni, Ikhtiar Nyata Orang Tua Bijak
Di tengah arus zaman yang kian deras, para orang tua dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Demoralisasi perlahan menggerus nilai, rokok, pergaulan bebas, dan narkoba mengintai ta
Kulni Tancap Gas Digitalisasi: Guru Siap Gelar Ujian CAT Berbasis AI dan Paperless
Menjelang kedatangan santri pasca libur semester ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026, Pesantren Modern Kulni Cikande, Serang, Banten, menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan mutu pend
Rahasia Dahsyat Rizki Allah: Dibuka dengan Istighfar, Taqwa, dan Pendidikan Anak Shalih
Banyak manusia hidup dalam kesibukan tanpa jeda. Pagi hingga malam bekerja, strategi disusun, tenaga diperas. Namun anehnya, hati tetap gelisah dan rizki terasa sempit. Lalu manusia ber
Meneguhkan Arah Madrasah Unggul Melalui Penilaian Kinerja Kepala Madrasah
Cikande — Upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah terus diperkuat melalui kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) yang digelar pada Rabu, 17 Desember 2025. Bertempat
Merajut Visi Besar Madrasah: Kepemimpinan Visioner, Disiplin, dan Kurikulum Berbasis Cinta
Seminar Nasional PGMI Raya Dorong Transformasi Guru Madrasah Menuju Pendidikan Bermakna dan Berdaya Saing Global Persatuan Guru Madrasah Indonesia Raya (PGMI Raya) menyelenggarakan Sem
Semoga menjadi bermanfaat utk semuadi dunia dan akhirat..Aamiiin