• PESANTREN MODERN KULNI
  • Religious - Skillfull - Computerized

Merajut Visi Besar Madrasah: Kepemimpinan Visioner, Disiplin, dan Kurikulum Berbasis Cinta

Seminar Nasional PGMI Raya Dorong Transformasi Guru Madrasah Menuju Pendidikan Bermakna dan Berdaya Saing Global

Persatuan Guru Madrasah Indonesia Raya (PGMI Raya) menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan pada Selasa, 16 Desember 2025, bertempat di Auditorium Harun Nasution, Kompleks UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh guru-guru madrasah anggota PGMI Raya dari berbagai daerah di Indonesia, meliputi Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, serta mayoritas peserta dari DKI Jakarta dan Banten.

Seminar nasional ini juga dihadiri oleh perwakilan Gubernur DKI Jakarta serta perwakilan Menteri Agama Republik Indonesia, yang menunjukkan dukungan pemerintah terhadap penguatan peran strategis guru madrasah dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Ketua Umum PGMI Raya, Drs. H. Syamsuddin P., M.Pd., dalam sambutannya menjelaskan bahwa berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia tertanggal 8 Oktober 2025, organisasi Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) resmi berubah nama menjadi Persatuan Guru Madrasah Indonesia Raya (PGMI Raya). Perubahan nama ini dilakukan karena banyaknya penggunaan akronim “PGMI” di berbagai institusi sehingga tidak lagi fokus pada identitas guru madrasah. Dengan nama PGMI Raya, organisasi ini diharapkan semakin kuat secara nasional dan memiliki kejelasan arah perjuangan.

Belajar dari Amanatul Ummah: Visi Besar dan Kepemimpinan Visioner

Seminar nasional ini menghadirkan pelajaran berharga dari Madrasah Bertaraf Internasional Amanatul Ummah Mojokerto, yang didirikan dan diasuh oleh Prof. Dr. K.H. Asep Saifuddin Chalim, M.A.

Amanatul Ummah dibangun dari kondisi yang sangat sederhana, bahkan berawal dari bekas kandang ayam yang berada jauh dari pemukiman dan terkesan berada di tengah hutan. Namun, dalam waktu sekitar sembilan tahun, lembaga ini menjelma menjadi sebuah “kota kecil pendidikan” yang ramai dan dinamis. Saat ini, Amanatul Ummah menaungi lebih dari 13.000 santri, dengan lulusan yang tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri dalam dan luar negeri, termasuk fakultas kedokteran. Di Mojokerto, Amanatul Ummah tercatat sebagai penyumbang mahasiswa kedokteran terbanyak dibandingkan sekolah-sekolah negeri.

Kyai Asep menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut berawal dari visi yang besar. Menurut beliau, seorang pemimpin harus visioner dan tidak takut bermimpi tinggi, karena mimpi adalah doa yang terus dilangitkan agar menjadi kenyataan. Visi Amanatul Ummah sebagai madrasah bertaraf internasional terus dibaca setiap pagi dan dimasukkan ke dalam alam bawah sadar seluruh stakeholder madrasah. Pada awal berdirinya, visi ini dianggap banyak orang sebagai mimpi di siang bolong, namun dengan kesungguhan dan konsistensi, visi tersebut akhirnya terwujud.

Visi Amanatul Ummah adalah mewujudkan manusia unggul, dengan misi melaksanakan seluruh sistem pendidikan secara ketat dan sungguh-sungguh. Tujuan utamanya adalah mencetak ulama besar, ilmuwan besar, pemimpin besar, konglomerat besar, serta profesional berkualitas.

Kyai Asep meyakini sabda Rasulullah ﷺ:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ مَعَالِيَ الْأُمُورِ

“Sesungguhnya Allah mencintai perkara-perkara yang luhur dan tinggi.”

Hadis ini menjadi dasar keyakinan beliau bahwa memasang target tinggi bukanlah kesombongan, melainkan doa dan harapan yang harus diperjuangkan.

Disiplin, Moral, dan Perlindungan Santri

Dalam membangun lembaga pendidikan, Kyai Asep sangat menekankan disiplin. Prinsip beliau sangat tegas: disiplin adalah pangkal kepandaian dan keberhasilan, sedangkan tidak disiplin adalah pangkal kebodohan dan kehancuran.

Beliau juga sangat ketat dalam menjaga santri dari hal-hal yang merusak. Santri dilarang merokok karena menurut beliau rokok bukan sekadar pintu masuk narkoba, melainkan narkoba itu sendiri. Selain itu, santri juga dilarang jajan di luar lingkungan pesantren sebagai langkah preventif dari pengaruh buruk, termasuk bahaya narkoba.

Guru Berkualitas dan Murid Berkarakter

Menurut Kyai Asep, lembaga pendidikan yang baik harus memiliki guru yang berkualitas. Guru berkualitas adalah guru yang memiliki akhlak baik, mampu berkembang secara kompetitif, memegang tanggung jawab penuh dalam mengajar hingga murid benar-benar paham, serta memandang murid sebagai anak kandungnya sendiri, menjadi teladan moral, dan senantiasa mendoakan murid-muridnya.

Sementara itu, murid ideal harus memiliki tujuh karakter utama, yaitu: kesungguhan dalam belajar, hidup sederhana dan tidak berlebihan, senantiasa menjaga wudhu, meninggalkan maksiat, membaca Al-Qur’an langsung dari mushaf, membiasakan salat malam, serta tidak jajan di luar lingkungan pesantren.

Dalam adab menuntut ilmu, murid dianjurkan bertanya hingga benar-benar paham. Namun apabila suatu perkara telah jelas dan dipahami, tidak dianjurkan untuk terus bertanya. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ
(QS. Al-Mā’idah: 101)

Kurikulum Berbasis Cinta: Menyemai Nilai Kemanusiaan

Materi berikutnya disampaikan oleh Pak Basit tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). KBC bukan kurikulum baru, melainkan suplemen yang melengkapi Kurikulum Merdeka sebagai pengembangan dari Kurikulum 2013.

KBC digagas oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. Nazaruddin Umar sebagai respon atas situasi global yang mencekam akibat maraknya bullying, konflik, dan krisis kemanusiaan. KBC menanamkan Panca Cinta, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul, cinta kepada diri sendiri, cinta kepada sesama manusia, cinta kepada alam dan lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negara.

Deep Learning: Pendekatan Pembelajaran Mendalam

Materi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Siti Nurul, MSc., Ph.D., yang membahas tentang Deep Learning (pembelajaran mendalam). Pendekatan ini menuntut mindset terbuka terhadap perubahan dan tantangan yang dinamis.

Pembelajaran mendalam mencakup empat lingkaran utama, yaitu tujuan pembelajaran yang bermakna, prinsip pembelajaran yang berpusat pada murid, pengalaman belajar yang aktif dan kolaboratif, serta kerangka pembelajaran yang sistematis dan berkelanjutan.

Mengajar sebagai Ibadah dan Mahabbah Fillah

Materi penutup disampaikan oleh Dr. Bukhari dari Kementerian Agama RI. Beliau menegaskan bahwa guru madrasah harus meniatkan mengajar sebagai ibadah dan amal akhirat, bukan sekadar pekerjaan duniawi. Hubungan guru dan murid harus dibangun atas dasar mahabbah fillah, bukan hubungan transaksional.

Hal ini selaras dengan firman Allah dalam QS. At-Tur ayat 21:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَيْءٍ

“Dan orang-orang yang beriman, serta diikuti oleh keturunan mereka dengan keimanan, Kami pertemukan mereka dengan keturunannya, dan Kami tidak mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka.”

Penutup

Seminar Nasional PGMI Raya ini menjadi momentum strategis untuk meneguhkan kembali peran guru madrasah sebagai pendidik ruhani, intelektual, dan moral. Dengan visi besar, disiplin yang kuat, kurikulum berbasis cinta, serta pendekatan pembelajaran mendalam, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang berdaya saing global tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman.

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Kulni Tancap Gas Digitalisasi: Guru Siap Gelar Ujian CAT Berbasis AI dan Paperless

Menjelang kedatangan santri pasca libur semester ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026, Pesantren Modern Kulni Cikande, Serang, Banten, menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan mutu pend

26/12/2025 23:14 - Oleh Abi Althaf - Dilihat 201 kali
Meneguhkan Arah Madrasah Unggul Melalui Penilaian Kinerja Kepala Madrasah

Cikande — Upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah terus diperkuat melalui kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) yang digelar pada Rabu, 17 Desember 2025. Bertempat

18/12/2025 07:03 - Oleh Abi Althaf - Dilihat 176 kali
Untaian Doa di Iskandariah: Sebuah Pelajaran tentang Rindu dan Ridho Guru

Kerinduan itu adalah anugerah. Ia bukan sekadar rasa di hati, melainkan benih yang ditanam oleh seorang guru sejati di sanubari murid-muridnya. Seperti kerinduan mendalam saya, Ahmad Sa

03/12/2025 08:19 - Oleh Abi Althaf - Dilihat 123 kali
Pesantren Kulni Berinovasi: Ujian Pakai Komputer, Transaksi Cashless, Orang Tua Bisa Pantau Real-Time!

KULNI, 1 Desember 2025 – Pesantren Modern Kulni baru saja menorehkan terobosan digital yang menggetarkan dunia pendidikan pesantren. Pada pelaksanaan Ujian Akhir Semester 1 tahun

02/12/2025 08:13 - Oleh Abi Althaf - Dilihat 302 kali
The Best Teacher of The Month: Memacu Para Asatidz untuk Lebih Baik, KBM Terisi 100%

Pesantren Modern Kulni, sebuah lembaga pendidikan yang berkomitmen kuat terhadap peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran, telah kembali mengumumkan para pemenang gelar "The Bes

19/09/2023 07:22 - Oleh Abi Althaf - Dilihat 2621 kali