Untaian Doa di Iskandariah: Sebuah Pelajaran tentang Rindu dan Ridho Guru
Kerinduan itu adalah anugerah. Ia bukan sekadar rasa di hati, melainkan benih yang ditanam oleh seorang guru sejati di sanubari murid-muridnya. Seperti kerinduan mendalam saya, Ahmad Sadeli Arif, kepada Gurunda Syeikh Alla Mustofa Naimah Al-Sakandari. Setiap memori tentang beliau adalah lukisan kebahagiaan: senyuman tulus yang menyejukkan, sapaan hangat, dan terutama untaian doa panjang yang selalu mengiringi setiap pertemuan. Dalam sebulan dauroh di Iskandariah, Mesir, waktu berlari terlalu cepat, bagai mimpi indah yang tak ingin berakhir. Beliau membuktikan, guru yang luar biasa bukan hanya yang luas ilmunya, tapi yang hatinya lapang untuk menyayangi muridnya sepenuh jiwa.
Namun, jarak tak pernah mampu memutuskan tali rindu yang telah terjalin. Di sinilah keagungan silsilah keilmuan dan kepedulian tampak. Alhamdulillah, melalui peran vital seorang Khodim Ma'had Daarul Úluum Lido seperti Kiyai Yazid Dimyati, cahaya ilmu Gurunda kembali hadir di Bogor. Setiap kedatangannya adalah penawar rindu, sekaligus pengingat bahwa mencari ilmu adalah juga tentang menjaga hubungan hati dengan sumbernya.
Sebuah momen mengharukan pernah terjadi. Saat mengajar via zoom, Gurunda menyatakan kerinduannya untuk bertatap muka langsung dengan para santri Kulni. Kalimat itu bukan keluhan, melainkan doa yang terucap dari kesungguhan hati seorang pendidik. Dan Allah Maha Mengabulkan. Pada tahun 2022, kerinduan dua arah itu akhirnya bersua dalam kebahagiaan yang sempurna. Pertemuan itu mengajarkan satu hal: kerinduan seorang murid kepada gurunya adalah cermin, yang pantulannya adalah kerinduan sang guru yang lebih besar lagi.
Maka, kepada para santri, esai singkat ini ingin berpesan: carilah guru yang tidak hanya memberi ilmu di otak, tetapi yang menanamkan rindu di hati. Guru yang doa-doa untuk kebaikanmu selalu mengalir dari bibirnya. Hormatilah guru bukan hanya dengan sopan santun, tapi dengan merawat ilmu dan menyambung silaturahminya. Karena di balik setiap ilmu yang bermanfaat, ada ridho seorang guru yang dihiasi senyuman dan doa panjang. Jika kalian telah mendapatkannya, jagalah kerinduan itu. Sebab, dalam kerinduan itu tersimpan berkah, dan dalam berkahnya, ilmu akan menjadi cahaya yang tak pernah padam.
*KH. Ahmad Sadeli Arif, S.E., M.Pd.*
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Kulni Tancap Gas Digitalisasi: Guru Siap Gelar Ujian CAT Berbasis AI dan Paperless
Menjelang kedatangan santri pasca libur semester ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026, Pesantren Modern Kulni Cikande, Serang, Banten, menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan mutu pend
Meneguhkan Arah Madrasah Unggul Melalui Penilaian Kinerja Kepala Madrasah
Cikande — Upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah terus diperkuat melalui kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) yang digelar pada Rabu, 17 Desember 2025. Bertempat
Merajut Visi Besar Madrasah: Kepemimpinan Visioner, Disiplin, dan Kurikulum Berbasis Cinta
Seminar Nasional PGMI Raya Dorong Transformasi Guru Madrasah Menuju Pendidikan Bermakna dan Berdaya Saing Global Persatuan Guru Madrasah Indonesia Raya (PGMI Raya) menyelenggarakan Sem
Pesantren Kulni Berinovasi: Ujian Pakai Komputer, Transaksi Cashless, Orang Tua Bisa Pantau Real-Time!
KULNI, 1 Desember 2025 – Pesantren Modern Kulni baru saja menorehkan terobosan digital yang menggetarkan dunia pendidikan pesantren. Pada pelaksanaan Ujian Akhir Semester 1 tahun
The Best Teacher of The Month: Memacu Para Asatidz untuk Lebih Baik, KBM Terisi 100%
Pesantren Modern Kulni, sebuah lembaga pendidikan yang berkomitmen kuat terhadap peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran, telah kembali mengumumkan para pemenang gelar "The Bes